Rata-rata eksekutif di Asia hanya mampu bertahan 90 hari dengan gaya hidup yang ada apabila besok berhenti bekerja. Setelah itu mereka harus mulai menjual asset atau berhutang (Galluup Internasional)
John Naisbit seorang Futurolog Ekonomi pernah meramalkan di abad 21 banyak perusahaan mengalami lay-off. Terbukti IMB mem-PHK karyawan 10.000 orang. Di Indonesia, perusahaan raksasa Sony menutup pabriknya. BUMN kebanggan Indonesia, PT. Dirgantara Indonesia (DI) tutup & tiga tahun tidak membayar pesangon karyawan. Perusahaan-perusahaan lainnya mulai merger dan outsourcing karyawan (termasukkah anda di dalamnya..?). Istilah “Pekerjaan yang aman” telah menjadi sesuatu yang mustahil di abad 21 ini.
Selanjutnya, Jika anda bekerja, dan dari gaji anda bisa menabung 1 jt/bln, 1 tahun(12 bulan) anda baru bisa membeli 1 unit sepeda motor, dan itu pun tidak boleh ada pengeluaran tak terduga, seperti biaya rumah sakit, keperluan anak sekolah, kematian dan biaya tak terduga lainnya. Pertanyaan sekarang: Sanggupkah anda.., dan sudah berapakah tabungan anda sampai hari ini setelah bertahun-tahun bekerja..? (Jawab dalam hati masingg-masing…)
Kebanyakan dari kita menjalani drama kehidupan asal bertahan hidup, bekerja dengan gaji pas-pasan. Sementara inflasi dan tuntutan harga kebutuhan pokok terus naik (tidak sesuai dengan kenaikan gaji).
Saya punya tetangga, suatu hari menceritakan kepada saya bagaimana perihnya bekerja di salahsatu perusahaan besar di daerah Jakarta di bawah payung autsourcing yang setiap bulannya hanya digaji 789 ribu, ditambah uang makan dan lembur, sebulan hanya menerima 900 rb s/d 1 jt. Sementara pengeluaran tetap seperti sewa rumah (kos) 500.000,- ditambah biaya pulsa, makan, dan ongkos serta biaya tak terduga lainnya. Kadang-kadang harus gali lubang tutup lubang. Dan itu adalah potret suram kehidupan tenaga kerja (karyawan) di Jakarta, dan tidak menutup kemungkinan kota-kota lainnya di Indonesia
Lain cerita dengan Ibu Maria, Pak Toni, Ibu septi, Pak Ivan dan agen-agen Gema Jaya lainnya se Indonesia. Satu minggu ada yang menerima komisi di atas Rp. 18.000.000,- 22.000.000,- dan bahkan sampai mencapai angka 95.000.000,- lebih. Ini adalah cerita sungguhan yang terjadi di dalam keagenan Gema Jaya.
Masih mau tutup mata & fikiran untuk memilih jadi karyawan asal bertahan hidup..?
Atau
Anda akan mau membuka diri terhadap informasi yang datang kepada anda, anda mau ada kemajuan di dalam hidup..?
Salmie Eka Saputra
Marketing GEMAJAYA